TNI AL Musnahkan Narkoba Hasil Sitaan di Perairan Sumut

Narkoba

Penangkapan Berawal dari Laporan Nelayan

TNI Angkatan Laut melalui Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I berhasil memusnahkan narkoba jenis ketamine seberat 41,7 kilogram. Narkoba tersebut ditemukan di perairan Belawan, Sumatera Utara, dan dimusnahkan di Gedung Yos Sudarso, Mako Kodaeral I Medan, pada Sabtu (6/12/2025).

Peristiwa ini bermula dari laporan seorang nelayan kepada Denpom Kodaeral I pada Rabu malam (3/12/2025). Nelayan tersebut melihat bungkusan mencurigakan yang mengapung di sekitar perairan Belawan.

Menerima informasi itu, Komandan Kodaeral I segera menggerakkan Tim Fleet Quick Response yang menggunakan Patroli Keamanan Laut (Patkamla) Bengkaru I-1-23. Tim ini langsung menuju lokasi yang dilaporkan dan melakukan penyisiran menyeluruh di area tersebut.

Baca Juga : “Ketua KPK Tegaskan Hakordia 2025 Perkuat Antikorupsi“

Paket Berisi Ketamine Dibungkus Kemasan Teh Merek “888”

Dari hasil penyisiran, tim menemukan satu plastik hitam berukuran besar yang mengapung di laut. Di dalam plastik tersebut terdapat 40 bungkus ketamine. Menariknya, ketamine itu dikemas dalam kotak teh merek “888”, pola penyamaran yang sering digunakan jaringan narkoba lintas negara.

Barang bukti lalu diamankan ke markas Kodaeral I untuk diuji. Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara melakukan uji laboratorium menggunakan alat TruNarc pada Jumat (5/12/2025). Hasilnya, seluruh paket tersebut positif mengandung ketamine.

Pemusnahan Disaksikan Langsung oleh Pejabat Daerah

Setelah hasil uji memastikan bahwa paket tersebut adalah narkoba, TNI AL mengambil langkah cepat. Pada Sabtu (6/12), seluruh 41,7 kilogram ketamine itu dimusnahkan. Pemusnahan dilakukan secara resmi dan terbuka, dengan disaksikan berbagai pihak berwenang.

Turut hadir dalam pemusnahan tersebut antara lain:

  • Kepala BNNP Sumut
  • Perwakilan Pangdam I/Bukit Barisan
  • Perwakilan Kapolda Sumut
  • Perwakilan Kabinda Sumut
  • Perwakilan Danlanud Soewondo
  • Kepala Pengadilan Negeri Medan
  • Kepala Kesbangpol Sumatera Utara

Kehadiran para pejabat ini menunjukkan bahwa operasi ini mendapat dukungan lintas lembaga dan merupakan bagian dari upaya bersama pemberantasan narkoba.

Pangkoarmada RI Tegaskan Komitmen Perang Melawan Narkoba

Panglima Komando Armada Republik Indonesia, Laksamana Madya TNI Denih Hendrata, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk nyata komitmen TNI AL dalam memerangi penyelundupan narkoba.

“Pemusnahan narkoba ini menjadi bukti konsistensi TNI AL dalam menindak penyelundupan narkoba melalui jalur laut serta memperkuat keamanan perairan yurisdiksi nasional,” ujar Denih saat dikonfirmasi di Jakarta.

Ia menambahkan, kolaborasi antara masyarakat pesisir dan aparat sangat penting. Laporan nelayan menjadi awal keberhasilan operasi ini, menunjukkan pentingnya kesadaran dan partisipasi publik.

Ketamine: Narkoba Jenis Psikotropika yang Berbahaya

Ketamine merupakan narkoba jenis psikotropika golongan III yang awalnya digunakan sebagai obat bius dalam dunia medis. Namun, penggunaannya yang tidak sesuai prosedur dapat menyebabkan efek halusinasi dan kecanduan. Dalam jangka panjang, penyalahgunaan ketamine dapat merusak sistem saraf dan mengganggu fungsi otak.

Menurut Laporan UNODC 2023, ketamine menjadi salah satu narkoba yang makin banyak diselundupkan ke kawasan Asia Tenggara. Pola penyelundupan melalui laut juga makin sering digunakan karena sulit diawasi secara menyeluruh.

Dengan total 41,7 kg yang dimusnahkan, nilai pasar gelap dari barang ini bisa mencapai miliaran rupiah, tergantung pada kualitas dan pasar distribusinya. Bila beredar, narkoba ini dapat meracuni ribuan generasi muda.

TNI AL Tingkatkan Patroli Laut di Wilayah Rawan

Sebagai bentuk penguatan pengawasan, Denih menyatakan TNI AL akan meningkatkan intensitas patroli laut khususnya di wilayah perairan rawan seperti Selat Malaka, Belawan, dan pesisir timur Sumatera. Armada dan sistem pengawasan akan ditingkatkan melalui teknologi pemantauan maritim dan kerja sama dengan komunitas nelayan.

Selain itu, TNI AL juga mengintensifkan kerja sama dengan instansi lain seperti Polri, BNN, dan Bea Cukai untuk memetakan titik rawan penyelundupan.

“Kami akan terus bersinergi untuk menjadikan lautan Indonesia bebas dari narkoba,” ujar Denih.

Pentingnya Sinergi Antarlembaga dan Peran Aktif Masyarakat

Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi lintas instansi. Kolaborasi antara TNI AL, BNNP, dan komunitas nelayan menjadi contoh ideal dari pendekatan kolaboratif dalam penanganan kejahatan transnasional seperti narkoba.

TNI AL juga mendorong masyarakat, khususnya nelayan dan warga pesisir, untuk tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan. Setiap informasi dari masyarakat bisa menjadi kunci pembuka keberhasilan operasi pemberantasan narkoba.

Program seperti “Bakti Laut Nusantara” dan “Sahabat Laut Indonesia” juga akan kembali diintensifkan sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga keamanan laut.

Penutup: Laut Aman, Generasi Selamat

Pemusnahan narkoba jenis ketamine oleh TNI AL di Medan merupakan simbol dari perlawanan tegas negara terhadap ancaman narkoba. Jalur laut yang luas dan sulit dijangkau menjadi tantangan besar, namun juga menjadi medan tempur utama untuk menjaga kedaulatan dan masa depan generasi bangsa.

Dengan meningkatnya patroli, sinergi lembaga, serta keterlibatan aktif masyarakat, laut Indonesia akan lebih aman dari ancaman penyelundupan. TNI AL membuktikan bahwa komitmen mereka bukan sekadar janji, melainkan tindakan nyata yang menyelamatkan masa depan anak bangsa dari jerat narkoba.

Baca Juga : “Rehabilitasi Narkoba, Inilah Tahapan yang Perlu Diketahui“

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *