KPK Pilih Yogyakarta Sebagai Lokasi Strategis untuk Edukasi Antikorupsi
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Yogyakarta sebagai tuan rumah utama peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025. Ketua KPK Setyo Budiyanto menyampaikan bahwa pelaksanaan Hakordia di kota ini bukan sekadar seremonial. Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini menjadi simbol penguatan strategi pemberantasan korupsi secara nasional.
“Ini menjadi simbol penting agar upaya pemberantasan korupsi dilakukan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” ujar Setyo di Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Sabtu, saat membuka rangkaian kegiatan Hakordia.
Setyo menambahkan, pemilihan lokasi ini mempertimbangkan beberapa faktor penting. Yogyakarta dikenal sebagai kota pendidikan dan pariwisata, serta memiliki kualitas tata kelola pemerintahan yang dinilai baik. Keterlibatan komunitas lokal yang aktif juga menjadi alasan kuat dipilihnya kota ini.
Baca Juga : “Peradi Tegaskan Komitmen Cetak Advokat Penjaga Keadilan“
Tema “Satukan Aksi, Basmi Korupsi” Gaungkan Kolaborasi Nasional
Mengusung tema “Satukan Aksi, Basmi Korupsi”, peringatan Hakordia 2025 menekankan pentingnya keterlibatan semua elemen bangsa dalam melawan korupsi. Tidak hanya lembaga negara, masyarakat sipil, dunia usaha, dan komunitas lokal pun diharapkan ikut menjadi bagian dari gerakan antikorupsi.
“Upaya pemberantasan korupsi tidak bisa hanya mengandalkan KPK. Dibutuhkan partisipasi semua pihak,” tegas Setyo.
Tema ini menjadi respons atas kondisi korupsi yang kian kompleks. Kolaborasi lintas sektor menjadi pendekatan penting agar upaya pencegahan dan penindakan korupsi berjalan beriringan. KPK ingin membangun semangat kolektif yang mengakar dalam budaya antikorupsi sejak dini.
Rangkaian Acara Libatkan Publik dalam Skala Besar
Hakordia 2025 digelar melalui berbagai kegiatan publik yang berlangsung hingga puncaknya pada 9 Desember 2025. Di antaranya terdapat karnaval budaya, pameran antikorupsi, pertunjukan seni tradisional, dan berbagai aktivitas edukatif di ruang terbuka.
Acara ini terbuka untuk umum dan dirancang agar masyarakat dari semua kalangan dapat berpartisipasi. KPK menekankan bahwa penyelenggaraan di ruang terbuka membuat pesan antikorupsi lebih mudah dipahami.
“Dengan menyelenggarakan di ruang publik, kami berharap pesan antikorupsi sampai langsung ke masyarakat,” kata Setyo.
Beberapa stan pameran diisi oleh institusi pemerintahan, LSM antikorupsi, hingga kelompok mahasiswa. Materi edukasi yang ditampilkan mencakup simulasi pelaporan gratifikasi, pemantauan anggaran publik, dan permainan interaktif bertema integritas.
Pemilihan Yogyakarta sebagai Terobosan Baru Peringatan Hakordia
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang umumnya digelar di Jakarta, pelaksanaan Hakordia 2025 di Yogyakarta dinilai sebagai inovasi. Setyo menyebut langkah ini sebagai strategi memperluas jangkauan pesan antikorupsi ke daerah.
“Pemindahan lokasi ini adalah upaya agar gerakan antikorupsi terasa lebih dekat dengan masyarakat daerah,” tuturnya.
Yogyakarta dipilih setelah melalui penilaian terhadap kesiapan infrastruktur, keterlibatan masyarakat, dan rekam jejak tata kelola pemerintahan. Kota ini dinilai sebagai contoh daerah dengan praktik pemerintahan yang relatif baik dan layak menjadi role model nasional.
Harapan KPK untuk Kota Lain: Jadikan Hakordia sebagai Motivasi
Ketua KPK berharap Hakordia 2025 bisa menjadi motivasi bagi daerah lain untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahannya. Daerah yang menunjukkan komitmen kuat dalam pencegahan korupsi, menurutnya, berpotensi menjadi tuan rumah Hakordia di masa mendatang.
“Semoga ini jadi motivasi bagi kota-kota lain. Jika mereka mampu memperbaiki tata kelola, bisa jadi lokasi Hakordia berikutnya,” kata Setyo.
KPK membuka peluang kerja sama dengan berbagai pemda yang ingin memperkuat peran edukasi antikorupsi di wilayah masing-masing. Melalui pendekatan berbasis partisipasi lokal, diharapkan semangat Hakordia tidak berhenti pada satu titik, tetapi terus menyebar.
Dampak Ekonomi Positif dari Penyelenggaraan Hakordia di Yogyakarta
Selain mendorong gerakan moral, Hakordia 2025 juga diyakini memberi efek ekonomi bagi Yogyakarta. Perputaran uang selama acara, keterlibatan UMKM lokal, dan kedatangan ribuan peserta dari luar daerah menjadi nilai tambah.
“Ekonomi lokal pasti bergerak. Kegiatan ini saling menguntungkan. KPK bisa menjalankan misinya, Yogyakarta mendapatkan dampak positif,” ujar Setyo.
Banyak pelaku usaha kecil dan menengah dilibatkan dalam bazar dan penyediaan kebutuhan acara. Selain itu, sektor pariwisata pun turut merasakan manfaat dari kunjungan peserta dan pengisi acara yang berasal dari berbagai provinsi.
Edukasi Antikorupsi di Ruang Terbuka untuk Perkuat Kesadaran Kolektif
Salah satu pendekatan baru dalam Hakordia 2025 adalah penggunaan ruang terbuka sebagai panggung edukasi. Pusat kegiatan yang terletak di kawasan ikonik Titik Nol Kilometer Yogyakarta membuat masyarakat mudah menjangkaunya.
“Kami ingin masyarakat langsung bersentuhan dengan nilai-nilai antikorupsi. Ruang terbuka jadi jembatan interaksi,” ucap Setyo.
Menurutnya, pendekatan ini efektif untuk menanamkan kesadaran sejak dini kepada anak-anak, pelajar, dan warga umum. Pertunjukan budaya dikombinasikan dengan konten edukatif agar kampanye terasa membumi.
Kolaborasi dengan Komunitas dan Mahasiswa Menjadi Kekuatan Hakordia
Hakordia 2025 juga menggandeng banyak komunitas lokal dan institusi pendidikan. Kampus-kampus di Yogyakarta dilibatkan dalam forum diskusi, lomba esai antikorupsi, dan pementasan teater integritas.
Dengan latar belakang Yogyakarta sebagai kota pelajar, pelibatan generasi muda dianggap sangat strategis. KPK berharap mahasiswa menjadi agen perubahan dalam menyuarakan pentingnya integritas dan transparansi.
“Kami percaya anak muda punya peran besar. Maka kami libatkan mereka di semua lini kegiatan,” ujar Ketua KPK.
Penutup: Hakordia 2025 Jadi Titik Balik Gerakan Nasional Antikorupsi
Peringatan Hakordia 2025 di Yogyakarta menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi nasional melawan korupsi. Melalui pendekatan yang lebih inklusif, terbuka, dan partisipatif, KPK ingin memastikan bahwa semangat antikorupsi tidak hanya berhenti di level wacana, tetapi menjadi praktik yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Ke depan, peringatan Hakordia diharapkan bisa terus berpindah ke kota-kota lain yang siap menjadi tuan rumah dan agen perubahan. Dengan memperluas cakupan wilayah dan memperdalam kolaborasi lintas sektor, Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk membangun ekosistem antikorupsi yang berkelanjutan.
Baca Juga : “Sambut Hakordia 2025: KPK Ajak Publik Bergerak Bersama, Gaungkan Integritas Lewat Aksi“











