Penangkapan Dewi Astutik Ungkap Keterlibatannya dalam Jaringan Narkoba Internasional
Penangkapan Dewi Astutik atau Paryatin oleh Interpol di Kamboja mengejutkan keluarganya di Ponorogo, Jawa Timur. Perempuan yang selama ini dikenal sebagai tenaga kerja wanita (TKW) ternyata merupakan buron kasus narkoba jaringan internasional. Ia ditangkap atas dugaan keterlibatan dalam penyelundupan sabu seberat 2 ton yang digagalkan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) di wilayah perairan Riau, Batam, pada 26 Mei 2025.
Sarno, Suami Dewi: “Kami Tak Menyangka, Saya Cuma Bisa Pasrah”
Suami Dewi, Sarno (51), menyampaikan keterkejutannya atas kabar tersebut. Ia mengaku pertama kali mengetahui informasi penangkapan istrinya dari media massa. “Keluarga syok, tidak mengira. Katanya baik-baik kerjanya. Begitu lihat fotonya di media, saya kaget. Saya pasrah, tapi ya gimana lagi,” ucap Sarno saat ditemui di kediamannya di Dusun Sumber Agung, Desa/Kecamatan Balong, Ponorogo, Rabu (3/12/2025).
Sarno menyebut istrinya menggunakan nama asli Paryatin dan selama ini dikenal sebagai orang yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di luar negeri. Tidak ada firasat atau tanda-tanda mencurigakan yang menunjukkan keterlibatan Paryatin dalam sindikat narkoba internasional.
Baca Juga : “Tiga Hakim Lepas Koruptor CPO Divonis 11 Tahun Penjara“
Perjalanan Dewi Astutik: Dari ART Hingga Diduga Jadi Gembong Narkoba
Berdasarkan penuturan Sarno, Dewi pertama kali berangkat ke luar negeri pada tahun 2013. Ia pulang ke Indonesia pada 2023 dan sempat tinggal di rumah selama satu tahun. Selama periode tersebut, Dewi diketahui berjualan nasi bungkus di sekitar tempat tinggal mereka. Namun, pada awal 2024, Dewi kembali berpamitan untuk bekerja ke luar negeri, dengan alasan hendak menemui majikan lamanya.
Sarno menyampaikan bahwa komunikasi antara Dewi dan keluarganya tidak terlalu intens. “Itu sempat mengasih kabar awal-awal berangkat 2024. Tanya kabar anak-anak sebulan sekali,” jelasnya.
Yang mengejutkan, Dewi diduga menggunakan identitas adiknya saat beraktivitas di luar negeri. Tindakan ini menjadi salah satu faktor yang mempersulit deteksi aktivitas ilegalnya oleh otoritas Indonesia sebelumnya.
Keluarga Tidak Tahu-Menahu Soal Jaringan Narkoba
Sarno menegaskan bahwa keluarganya sama sekali tidak mengetahui jika Dewi terlibat jaringan narkoba. Ia menyebut selama ini mengira istrinya bekerja sebagai TKW dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan mewah. Bahkan, Dewi jarang mengirim uang ke rumah, yang biasanya menjadi indikator seseorang memiliki penghasilan besar.
“Soal itu (narkoba) saya tidak tahu. Saya cuma bisa pasrah,” ujar Sarno dengan nada getir. Ia juga menambahkan bahwa Dewi tidak pernah menunjukkan perubahan drastis dalam sikap maupun pola hidup sejak kembali ke Indonesia pada 2023.
Interpol dan BNN Bekerja Sama Membongkar Jaringan Narkoba Internasional
Penangkapan Dewi Astutik merupakan bagian dari operasi besar yang melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Interpol. Operasi ini berfokus pada pembongkaran jaringan internasional penyelundupan narkoba, yang selama ini beroperasi lintas negara.
BNN sebelumnya berhasil menggagalkan pengiriman sabu seberat 2 ton di perairan Batam, yang menjadi titik balik dalam pengungkapan jaringan ini. Dari hasil penyidikan, nama Dewi Astutik alias Paryatin muncul sebagai salah satu aktor penting dalam sindikat tersebut.
Keterlibatan Dewi semakin jelas ketika ditemukan bahwa ia aktif menggunakan identitas palsu, berpindah-pindah negara, dan menjalin komunikasi dengan jaringan lintas batas di Asia Tenggara.
Identitas Palsu dan Modus Penghindaran Deteksi
Dewi diketahui menggunakan identitas milik adiknya saat bepergian ke luar negeri. Hal ini dilakukan agar aktivitasnya tidak mudah terdeteksi oleh aparat penegak hukum di Indonesia. Tindakan ini memperlihatkan perencanaan matang dan strategi penghindaran aparat yang sering dilakukan oleh anggota jaringan narkoba tingkat atas.
Modus semacam ini sering digunakan dalam jaringan internasional yang memanfaatkan kelemahan administratif antarnegara. Identitas palsu memungkinkan pelaku untuk melewati pemeriksaan imigrasi serta membuka rekening bank di luar negeri untuk memfasilitasi transaksi ilegal.
Potret Desa Tenang yang Tersentak Oleh Skandal Internasional
Dusun Sumber Agung, tempat tinggal keluarga Dewi, dikenal sebagai kawasan yang tenang dan jauh dari hiruk-pikuk kota. Namun, berita penangkapan Dewi membuat warga terkejut. Mereka tidak pernah menduga bahwa seorang warga dari desa kecil ini bisa menjadi bagian dari jaringan narkoba internasional.
Sejumlah tetangga pun memberikan komentar beragam. Beberapa mengaku tidak percaya karena selama ini Dewi dikenal sebagai perempuan biasa yang santun. “Dia sempat jualan nasi bungkus, biasa saja orangnya. Kami tidak tahu kalau ternyata begitu,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.
BNN Lanjutkan Proses Penyidikan dan Pendalaman Jaringan
Setelah dipulangkan ke Indonesia, Dewi kini menjalani proses penyidikan lebih lanjut di BNN. Aparat berwenang tengah mendalami peran Dewi secara lebih detail, termasuk relasi bisnisnya, alur distribusi narkoba yang melibatkan namanya, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain di dalam negeri.
BNN menyatakan bahwa kasus ini masih akan terus berkembang, dan penangkapan Dewi menjadi pintu masuk penting untuk memutus mata rantai distribusi narkoba internasional ke Indonesia.
Penutup: Ketika Realita Mengguncang Keluarga dan Masyarakat
Penangkapan Dewi Astutik alias Paryatin menyisakan luka dan keterkejutan mendalam bagi keluarga dan masyarakat Ponorogo. Mereka kini menghadapi kenyataan bahwa orang terdekat mereka adalah bagian dari sindikat narkoba kelas dunia.
Kasus ini menjadi peringatan penting tentang bagaimana jaringan kriminal internasional bisa menyusup hingga ke pelosok desa. Keterlibatan seseorang tidak selalu terdeteksi dari permukaan kehidupan sehari-hari. Aparat dan masyarakat perlu memperkuat sinergi untuk mengenali potensi penyimpangan, serta menumbuhkan kesadaran bahwa kejahatan lintas negara tidak mengenal batas geografi.
BNN dan Interpol kini berada di garis depan untuk membongkar jaringan ini hingga ke akarnya. Sementara itu, keluarga Dewi hanya bisa menunggu dan berharap kebenaran terungkap sepenuhnya.
Baca Juga : “Suami Pasrah Dewi Astutik Ternyata Gembong Narkoba Rp 5 Triliun“
