presiden jokowi

Presiden Jokowi mendesak anggota OKI agar bulat mendukung Palestina

Posted on

Presiden Jokowi desak anggota OKI agar bulat mendukung Palestina 1.jpg
Keputusan Trump menetapkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, memicu unjuk rasa di kawasan Palestina.

LAPORANAKTUAL.com, Presiden Joko Widodo di Istanbul, Turki, akan berupaya membulatkan suara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) terkait pembelaan terhadap Palestina.

Presiden Jokowi kepada para wartawan di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, sebelum berangkat ke Istanbul, mengatakan “Ini adalah kesempatan pertama bagi negara-negara OKI untuk secara bersama dan tegas menolak keputusan Presiden Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.”

Dipimpin oleh Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, KTT Luar Biasa OKI akan dimulai di Istanbul, Rabu (23/12), untuk khusus membahas keputusan sepihak Presiden Donald Trump yang menetapkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Langkah Trump mengundang kecaman internasional karena status Yerusalem -berdasarkan Kesepakatan Oslo tahun 1993- ditunda hingga berlangsungnya perundingan status permanen di kemudian hari.

Bagaimanapun tampaknya tak semua negara, termasuk beberapa negara Timur Tengah, yang mengungkapkan kecaman keras atas keputusan Trump tersebut, yang memicu unjuk rasa jalanan di berbagai tempat dunia.

Bahkan di dalam OKI sendiri para pengamat mengatakan bisa terlihat bahwa Mesir, Arab Saudi, Uni Emirat Arab sebenarnya berlaku lunak terhadap Amerika Serikat.

“Karena mereka melihat masalah Palestina telah menjadi beban. Di satu pihak mereka ingin berhubungan dengan Israel untuk menghadapi Iran di Timur Tengah. Tapi di pihak lain, ada ganjalan isu Palestina karena tidak memungkinkan bagi mereka menjalin hubungan resmi dengan Israel selama masalah Palestina belum terselesaikan,” jelas Smith Al Hadar dari ISMES atau Indonesian Society for Middle East Studies .

Bagaimanapun Al Hadar menegaskan bahwa bukan berarti bahwa pesan Indonesia tidak akan bergema sama sekali di OKI, sebuah organisasi yang beranggotakan 57 negara Islam namun didominasi oleh negara-negara Arab. “Kita tidak bisa lupa ada Iran dan Turki yang sepandangan dengan Indonesa, sehingga posisi Indonesia nanti cukup kuat, sebagai negara (berpenduduk) Islam terbesar di dunia, bersama Iran dan Turki, yang juga merupakan kekuatan di Timur Tengah.”

Presiden Jokowi desak anggota OKI agar bulat mendukung Palestina 2.jpg
Kesepakatan Oslo menunda keputusan tentang status Yerusalem hingga tahap perundingan permanen kelak.

Upaya Indonesia di KTT OKI Istanbul ini juga diakui tidak mudah oleh Hamdan Basyar, pengamat Timur Tengah dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, LIPI.

“OKI terdiri dari bermacam-macam negara yang kebanyakan di Timur Tengah dan di Timur Tengah sendiri memang ada kecaman namun ‘ adem ayem ‘, terutama Arab Saudi. Dan Jokowi, atau Indonesia yang punya komitmen panjang terhadap Palestina, berupaya di pertemuan OKI ini. Supaya ada solusi yang cukup menyeluruh tentang Yerusalem ini.”

Apalagi sejauh ini sudah ada yang disebut sebagai Komite Yerusalem atau Komite Al Quds, yang keberadaan dan perannya bisa didorong kembali oleh Indonesia di Istanbul.

“Betul memang negara-negara di Timur Tengah dan Teluk ada permasalahan sendiri, tapi kalau dilihat di OKI bisa ditarik ke sana (Komite Al Quds). Memang tidak mudah tapi Indonesia sepertinya mengambil langkah mau memimpin.”

Di sisi lain, OKI sendiri masih belum mempunyai posisi yang cukup kuat untuk menekan pemerintah Amerika Serikat, yang sejauh ini memilih untuk memperkuat posisi Israel dalam konflik dengan Palestina.

Menurut Al Hadar, OKI pada satu sisi mungkin memerlukan kerja sama dengan negara-negara besar dunia lain, bukan saja agar tekanannya lebih bermakna bagi pemerintahan Presiden Trump, juga untuk mencegah mereka kelak mengikuti langkah Trump.

“Negara-negara penting dunia seperti Inggris dan Prancis yang merupakan Dewan Keamanan PBB masih belum mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Bukan tidak mungkin ke depan mereka juga mengakui Yerusalem dan dengan demikan peluang Palestina untuk mendapat Yerusalem Timur sebagai ibu kota akan hilang.”

“Kalau cuma berdasarkan suara OKI saja, saya rasa tidak akan cukup berpengaruh…,” tegas Al Hadar.

Hingga Selasa (12/12) atau sehari menjelang KTT Luar Biasa OKI, Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, mengatakan masih belum jelas apakah Arab Saudi akan datang ke Istanbul atau tidak sementara Uni Emirat Arab dan Mesir hanya akan mengirim menteri luar negeri.

Selain Presiden Joko Widodo, beberapa pemimpin negara OKI yang sudah memastikan hadir, antara lain adalah PM Pakistan, Shahid Khaqan Abbasi, juga Emir Kuwait, Sabah al-Ahmad al-Jaber al-Sabah, dan Emir Tamim bin Hamad Al Thani dari Qatar, serta Raja Yordania, Abdullah II.

Yang juga akan hadir adalah Presiden Iran, Hassan Rouhani. Iran dan Arab Saudi belakangan ini terlibat dalam ‘persaingan’ untuk merebut pengaruh di kawasan Timur Tengah.

Dan perpecahan di negara-negara Arab itulah yang agaknya membuat Presiden Donald Trump lebih yakin untuk menetapkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

“Donald Trump sadar betul dunia Arab itu lebih terpecah belah, disebabkan oleh Arabspring , perang melawan ISIS, kemudian perang saudara di Suriah, Irak, Libia, dan Yaman. Lalu ada persepsi atas ancaman Iran, sehigga posisi vulnerable (mudah diserang) di negara-negara Arab membuat mereka tidak bisa melepaskan diri dari Amerika Serikat,” jelas Smith Al Hadar.

Dalam konteks tersebutlah, tambah Al Hadar, Presiden Trump berani mengambil langkah yang kontroversial terkait Yerusalem.

“Karena dia tahu posisi Arab khususnya di Timur Tengah itu terlalu lemah untuk mengadapi Amerika Serikat,” katanya. (LA/int/tribun/AK)

 

Terduga Teroris Ditangkap Menjelang Kedatangan Presiden Jokowi di Cirebon

Posted on

Terduga Teroris Ditangkap Menjelang Kedatangan Presiden Jokowi di Cirebon.jpg
Tim Special Response Reskrim Polres Cirebon Kota menangkap seorang terduga teroris di sekitar Bandara Cakrabuana Kota Cirebon, tempat kunjungan Presiden RI Joko Widodo, Senin (18/9/2017) siang. (KOMPAS)

LAPORANAKTUAL.com, Cirebon – Seorang terduga teroris ditangkap pihak kepolisian di dekat Bandar Udara Cakrabhuana, Cirebon, Jawa Barat, Senin (18/9/2017) sore. Penangkapan ini dilakukan menjelang kedatangan Presiden Joko Widodo di Cirebon untuk menghadiri Festival Keraton Nusantara.

Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto membenarkan kejadian ini.

“Benar, tadi pukul 14.30 WIB telah dilakukan penangkapan terhadap terduga teroris atas inisial IM. Asalnya dari Kota Majalengka,” kata Agung saat akan menyambut kedatangan Presiden di Bandara Cakrabhuana, Cirebon, Senin sore pukul 16.47 WIB.

Agung mengatakan, dari hasil pemeriksaan dan penggeledahan ditemukan ada airsoft gun beserta gasnya, sangkur atau pisau, dan beberapa tulisan dan dokumen ajaran radikalisme.

“Ditangkap kira-kira belakang airport ya. Jadi ada yang menginformasikan masyarakat ada orang yang enggak pernah lihat kok pakai ransel, maka tim segera datang ke sana,” ucap Agung.

“Kami lakukan penangkapan dan memang yang bersangkutan dari hasil pemeriksaan sementara terduga (teroris). Karena kita masih periksa,” kata dia.

Agung mengatakan, IM menang sudah diawasi gerak-geriknya oleh pihak kepolisian sejak lama.

Namun, Agung belum bisa memastikan apakah kemunculan IM di dekat Bandara Cakrabhuana tersebut berkaitan dengan kehadiran Presiden Joko Widodo.

“Ini belum masih pemeriksaan. Ini kita tangkap di belakang airport sana. Apa memang itu atau enggak, kita tunggu sedang diperiksa sekarang oleh tim reserse dan Densus 88” kata dia. (LA/nas/kompas/AK)

Menyikapi “Screenshot” Ibu Negara

Posted on

d500cf44-8a5d-4c1d-8f37-9897557d2af6_43.jpg
Foto: Carl Court/Getty Images

LAPORANAKTUAL.com, Jakarta – Dunia maya dihebohkan dengan adanya screenshot foto berjilbab Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang diembel-embeli kata-kata hinaan tak senonoh. Sebagian netizen merasa tidak nyaman dengan konten negatif berasal dari akun Instagram warga_biasa itu. Bahkan, pemilik akun Twitter@HomeMarshel me-mention akun @chili_pari milik putra sulung Jokowi dan Iriana, Gibran Rakabuming dengan menambahkan emoticon marah.

Sebagaimana kemudian ramai diberitakan media massa, @HomeMarshel melaporkan: “Mas @Chilli_Pari ini ada instagram spt ini …beliau ibu negara lho mas ..terlebih beliau juga ibu sampeyan …tolong ditindak mas.

Biarin. Dimaafkan aja,” balas Gibran. Sementara, putra bungsu Jokowi dan Iriana, Kaesang juga menyahuti dengan nada yang sama “Yo orapopo mas. Maafkan wae (Ya tidak apa-apa mas. Maafkan saja).”
Percakapan di dunia maya itu mengajarkan kepada masyarakat, khususnya netizen, untuk bersikap dewasa. Kita menemukan betapa dua anak presiden tersebut tidak mudah terpancing emosi, bahkan ketika ibunda mereka mendapat cercaan tidak senonoh dari orang lain.

Sikap yang ditunjukkan oleh Gibran dan Kaesang bukan berarti mengindikasikan bahwa mereka tidak peduli dengan nama baik keluarganya. Justru dengan sikap yang santai, akan dengan mudah mengurai permasalahan yang ada. Masyarakat luas pun akan semakin merasakan betapa keluarga presiden merupakan keluarga yang tenang penuh dengan sikap kedewasaan.

Sikap tenang dan dewasa yang tercipta di dalam keluarga presiden seperti itu patut untuk terus dikedepankan. Keluarga presiden adalah keluarga yang penuh dengan sorotan masyarakat. Apapun yang dilakukan akan dapat dengan cepat memicu reaksi publik. Tak hanya itu, keluarga presiden juga akan menjadi “sample” keluarga warga negara Indonesia di level internasional. Karena, warga dunia tidak mungkin akan memperhatikan keluarga warga negara Indonesia tanpa terlebih dahulu mengerti kehidupan keluarga presiden.

Dalam tinjauan agama, sikap yang diperlihatkan keluarga presiden tersebut juga sangat dibenarkan. Dalam al-Quran disebutkan, “…dan balasan kejelekan itu adalah kejelekan pula, namun siapa yang memaafkan dan memperbaiki (hubungannya), maka pahala baginya di sisi Allah. Sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang dzalim.” (QS. Asy-Syura: 40).

Nabi Muhammad SAW juga bersabda, “Jika kamu membuat suatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan suatu kesalahan orang lain, maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa.” (HR. Bukhari).

Sikap yang sama juga telah diteladankan oleh Nabi semasa hidupnya. Alkisah, Nabi selalu mengunjungi seorang buta yang berada di pinggir pasar. Niat kunjungannya adalah untuk memberi makan sekaligus menyuapi orang tersebut. Aktivitas sosial rutin yang dilakukan Nabi itu tidak banyak diketahui orang lain; bahkan orang yang diberi makan pun tidak mengetahui jati diri Nabi.

Tanpa mengetahui bahwa yang menyuapi adalah Muhammad, orang tersebut mencaci maki Nabi. Namun, Nabi yang dicaci maki tidak lantas membalas dengan cacian ataupun kemarahan. Ia membiarkan perkataan kotor orang yang ditolongnya. Bahkan, penghinaan yang dialamatkan kepada dirinya tidak membuat Nabi mengurangi pertolongan kepada orang tersebut.

Ketika Nabi wafat, otomatis tugas sosial membantu masyarakat lemah pun terhenti. Maka, saat itu Abu Bakar menggantikan Nabi untuk memberi sekaligus menyuapi makanan orang-orang yang berada di pinggir pasar.

Merasa betapa pelayanan tidak seperti biasanya, orang yang disuapi tersebut tidak mau makan suapan Abu Bakar. Ia mengatakan bahwa orang yang menyuapi saat itu bukanlah orang yang biasa menyuapi dirinya. Ia dapat merasakan kelembutan orang yang biasa menyuapinya tidak dapat dirasakan pada saat itu.

Mendengar perkataan tersebut, Abu Bakar menerangkan bahwa orang yang biasanya menyuapi adalah Nabi Muhammad yang saat itu telah wafat. Untuk itulah, dirinya menggantikan Nabi untuk memberikan pertolongan. Mendengar keterangan dari Abu Bakar, seketika orang tersebut bertaubat, dan menyatakan masuk Islam.

Dengan menyimak kisah itu, kita menjadi sangat bersyukur bahwa keluarga presiden merupakan orang-orang pemaaf. Karena, di balik sifat pemaaf yang ada, bukan “kekalahan” yang akan didapat, melainkan kebaikan dan keberkahan yang akan dirasakan.

Namun, berbeda dengan sikap penegak hukum terhadap pelaku penghinaan. Penegak hukum harus bertindak tegas terhadap segala kejahatan yang ada. Lebih-lebih penghinaan tersebut melibatkan keluarga presiden. Tujuan utama penindakan tegas terhadap pelaku penghinaan adalah memberikan pelajaran sehingga pelaku menjadi jera. Selain itu, dengan adanya tindakan tegas, publik juga akan berpikir berulang kali untuk melakukan kejahatan serupa.

Sebaliknya, ketika pelaku penghinaan dibiarkan begitu saja, ia akan lebih berani melakukan tindak kejahatan lain yang lebih besar. Di samping itu, publik juga akan dengan mudah terkena virus kejahatan serupa. Alhasil, tindak kejahatan akan menjadi budaya sebagian besar masyarakat Indonesia. Dan, hal ini harus kita hindari bersama. Salah satunya adalah dengan memberikan efek jera terhadap pelaku yang telah nyata melakukan penghinaan yang tidak pantas. (LA/nas/detik/AK)

Anton Prasetyo muassis Madrasah Diniyah Bitul Hikmah Yogyakarta

Denny Siregar Akhirnya Ungkap Sederet Alasan Jonru Ginting Sangat Benci Jokowi

Posted on

Denny Siregar Akhirnya Ungkap Sederet Alasan Jonru Ginting Sangat Benci Jokowi.jpg
Jokowi dan Jonru Ginting. 

LAPORANAKTUAL.com – Penggiat media sosial, Jonru Ginting kini sedang tersandung masalah hukum.

Pasalnya, dia dilaporkan kepada Polda Metro Jaya oleh pengacara bernama Muannas Al Aidid atas tuduhan melakukan ujaran kebencian melalui media sosial.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono membenarkan pihaknya menerima laporan dari Muannas.

Selanjutnya, Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Polda Metro Jaya akan melakukan penyelidikan.

Argo menyampaikan, penyidik akan meminta keterangan dari para saksi ahli mengenai laporan tersebut.

Nantinya, para saksi ahli yang mempelajari apakah posting-an Jonru melalui media sosial mengandung unsur pidana atau tidak.

Muannas melaporkan Jonru kepada Polda Metro Jaya pada Kamis (31/8/2017).

Laporan ini diterima polisi dalam laporan bernomor: LP/4153/ VIII/2017/ PMJ/Dit. Reskrimsus.

Dalam laporannya, Muannas menyebut Jonru mem-postingujaran kebencian antara bulan Maret sampai Agustus 2017.

Muannas menilai, Jonru bisa mengganggu kerukunan antar umat beragama, lantaran kerap menyebarkan konten sentimen terhadap etnis tertentu.

“Termasuk soal tuduhan sepihak soal tidak jelasnya asal-usul presiden serta tuduhan adanya sogokan uang kepada Nahdlatul Ulama sebesar Rp1,5 triliun dalam Perppu Ormas,” kata Muannas.

Terpisah, menanggapi dirinya dilaporkan, Jonru mengaku baru tahu.

Pengakuan tersebut diungkapkan Jonru melalui status pada akun Facebook pribadinya yang ditulis pada Jumat (1/9/2017).

“Soal info bahwa saya dilaporkan ke polisi, perlu saya sampaikan bahwa saya justru baru mendapat informasinya tadi malam di Facebook. Sampai saat ini belum ada panggilan resmi dari polisi,” tulis Jonru.

Jonru menambahkan, sejumlah pengacara mengaku siap mendampinginya untuk menghadapi proses hukum kasus tersebut.

Dia menyerahkan seluruh proses kasus ini ke pengacaranya.

Namun, dia tak menjelaskan secara rinci siapa pengacara yang akan mendampinginya.

“Alhamdulilah, sejumlah pengacara papan atas Indonesia telah menyatakan bersedia mendampingi saya. Saya tak akan berkomentar apapun sehubungan dengan laporan tersebut. Insya Allah semuanya akan diwakili oleh pengacara saya,” kata Jonru.

Jonru menyampaikan, kepada masyarakat lainnya agar tidak takut dalam membela kebenaran.

“Teman-teman jangan pernah takut untuk membela kebenaran. Karena kita berada di jalan yang benar. Ayo terus berjuang hingga tetes darah pengabisan. Mulai hari ini saya menginfaqkan jiwa dan raga saya untuk membela dan menyelamatkan NKRI,” ujarnya.

Sebelum dilaporkan kepada Polda Metro Jaya, Jonru mengakui dirinya pernah mem-posting ujaran kebencian kepada Presiden RI, Joko Widodo atau Jokowi soal tidak jelasnya orangtua Jokowi.

Namun, posting-an tersebut tidak dibuat antara Maret hingga Agustus 2017, melainkan pada saat masa Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI, tahun 2014.

Pengakuan Jonru disampaikan saat menghadiri talkshowIndonesia Lawyers Club (ILC) pada stasiun televisi swasta TVOne bertema ‘Halal – Haram Saracen’ yang ditayangkan Selasa (29/8/2017) malam.

Jonru mengaku ketika dikonfirmasi anggota Komisi III DPR RI, Akbar Faizal.

“Jokowi merupakan Presiden yang belum jelas siapa orangtuanya. Sungguh aneh, untuk jabatan sepenting presiden, begitu banyak orang yang percaya kepada orang yang asal muasalnya serba belum jelas,” ujar Akbar saat membacakan posting-an Jonru.

Setelah membacakan posting-an tersebut, Akbar pun mulai bertanya.

“Saya mau bertanya. Apakah betul Anda pernah mem-postingini?” ujar politikus asal Sulawesi Selatan tersebut.

Lalu pertanyaan itu dijawab oleh Jonru.

“Iya benar, Pak,” ujar Jonru yang kerap mengeritik pemerintahan saat ini.

Akbar menilai jawaban Jonru merupakan pengakuan dan memberikan kode kepada Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul yang hadir dalam diskusi itu.

“Monggo silakan pak polisi (ditangkap), ini adalah pengakuan,” ujar Akbar meminta polisi menindak Jonru karena diduga menyampaikan ujaran kebencian.

Namun, Jonru membantah menyampaikan ujaran kebencian (hate speech).

“Saya mengakui menulis itu, tapi saya tidak menghina,” ujar Jonru mengelak.

Dia tetap bersikukuh postingannya yang mengatakan asal muasal orangtua Jokowi tidak jelas bukanlah sebagai bentuk penghinaan.

Akbar pun meminta kepada polisi untuk memproses hukum Jonru.

“Saya minta kepada pak polisi, disaksikan seluruh orang Indonesia, tolong diproses manusia ini,” ujar Akbar sambil menunjuk Jonru.

“Saya tidak takut. Silakan diproses,” ujar Jonru lantang sambil mengacungkan tangan kirinya ke atas.

Hingga acara ILC selesai, tak ada penindakan polisi kepada Jonru sebagaimana diminta Akbar.

Karena  merasa dirinya masih bebas, seusai ILC, Jonru malah berkoar-koar melalui akunnya pada Facebook.

Selama ini, Jonru dikenal suka berkoar-koar menunjukkan sikapnya yang kontra kepada Jokowi dan pendukungnya.

Jonru malah berada di barisan lawan politik Jokowi, misalnya rival Jokowi saat pemilihan presiden, yakni Prabowo Subianto.

Mengapa Jonru sebenarnya suka menyerang Jokowi, termasuk privasi?

Penggiat media sosial, Denny Siregar yang selama ini dikenal pro kepada Jokowi mengungkap alasannya.

“Jonru harus terus berada pada posisi berlawanan dengan pemerintahan sekarang, kadang dengan tulisan dan meme yang sangat menghina – supaya pagenya tetap dikunjungi orang.”

“Coba saja bandingkan status-nya ketika dia menghina – yang dibilangnya mengkritik – langsung di like puluhan ribu orang, dengan tulisan tentang sedekah yang mampir segan ngelikepun jarang.”

“Dia butuh uang buat makan…” begitu kata saya kepada seorang teman. Jonru semakin lama menggali kuburnya semakin dalam karena page-nya harus tetap bertahan untuk aktif. Dan apalagi yang harus dia lakukan jika tidak membuat status yang kontroversial ?”

Dan dia juga harus mempertahankan brand-nya sebagai musuh Jokowi, karena itulah yang membuatnya tetap bertahan. Coba saja dia sekali-sekali memuji Jokowi atas prestasinya, pasti dia akan ditinggalkan penggemarnya..

“Jadi akhirnya bisa saya simpulkan, bahwa Jonru harus mengikuti pasar. Pasar-lah yang membentuknya. Dia menulis bukan karena dia ingin menulis, tetapi karena dia harus mempertahankan klien-nya. Karena pengunjung di page adalah periuk nasinya.”

Begitulah ditulis Denny melalui fanpage-nya pada Facebook.

Denny menulis perspektif soal Jonru yang di-posting sejak Rabu (30/8/2017) atau setelah Jonru tampil sebagai narasumber Indonesia Lawyers Club.

Selengkapnya, berikut tulisan Denny yang bernada agak satir.

“JONRU GINTING

Saya lupa kapan saya akhirnya tahu nama Jonru…

Mungkin sesudah pilpres 2014. Ketika itu teman-teman kecil saya banyak yang menshare postingannya dia. Atau ketika saya buat status, banyak teman-teman yang komen tentang statusnya dia..

Dari situ saya mengenal Jonru yang ternyata orang Batak juga seperti saya. Hanya saya Batak positif, karena rajin belajar, bukanlah congkak dan bukanlah sombong..

Saya fine-fine saja di awalnya karena toh dia bebas menuliskan apa saja di statusnya. Saya juga sedang asik menulis status renungan pada masa-masa itu.

Saya baru bereaksi ketika Jonru secara terang-teramgan menghina Presiden Jokowi dengan menghantam orangtua beliau, terutama bunda yang dicintainya. Jonru secara tidak langsung menuding bahwa ibunda Jokowi yang sekarang bukanlah bunda yang sebenarnya.

Bagaimana bisa orang menjadi begitu kejam ? Begitu pikir saya pada waktu itu. Apa salah bunda Jokowi kepadanya sehingga layak dituding seperti itu ?

Geram dengan kelakuan Jonru yang semakin lama semakin kurang ajar tanpa ada reaksi dari pihak aparat, saya pun bereaksi dengan mem-bully dia secara sindiran.

Meskipun begitu Jonru bisa dibilang hebat karena tidak secara konfrontatif membalas postingan saya tentang dia. “Saya tidak ingin ada orang terkenal dengan memanfaatkan nama saya..” begitu kalau tidak salah isi komennya yang di screenshoot seorang teman dan dikirim kepadaku.

Wah, jadi Jonru mengangap dirinya orang terkenal.. Okelah kalau begitu.

Dan – entah kenapa – sayapun sering disandingkan dengan dia, sebagai antitesa. Mungkin karena sama-sama Batak, jadi disebut All Batak’s Final.

Jonru memang fokus meng-kapitalisasi namanya.

Di pagenya dengan 7 juta follower versi 212 itu, dia mengundang orang untuk memasang iklan dengan bayaran. Karena segmen market pagenya yang masuk demograsi S – senang tidak, susah belum tentu – maka dia hanya bisa jualan barang2 kebutuhan utama followernya, seperti sprei anti ngompol dan obat nyamuk.

Saya tidak tahu berapa pendapatannya dengan menjadikan page-nya sebagai toko kelontong. Lama-lama dia memperlebar usahanya dengan konsep sedekah, yang mengutip sekian persen dari uang sedekah, sebagai biaya admin katanya…

Disanalah dia mendapat penghasilan sehari-hari untuk memberi makan keluarganya karena seminar “bagaimana menulis dengan benar” yang dia adakan – kabarnya – pesertanya hanya dihadiri 11 orang saja. Itupun 10 diantaranya adalah panita.

Semakin lama saya bukannya kesal, tapi malah merasa kasihan…

Jonru harus terus berada pada posisi berlawanan dengan pemerintahan sekarang, kadang dengan tulisan dan meme yang sangat menghina – supaya pagenya tetap dikunjungi orang.

Coba saja bandingkan status-nya ketika dia menghina – yang dibilangnya mengkritik – langsung di like puluhan ribu orang, dengan tulisan tentang sedekah yang mampir segan ngelikepun jarang.

“Dia butuh uang buat makan…” begitu kata saya kepada seorang teman. Jonru semakin lama menggali kuburnya semakin dalam karena page-nya harus tetap bertahan untuk aktif. Dan apalagi yang harus dia lakukan jika tidak membuat status yang kontroversial ?

Dan dia juga harus mempertahankan brand-nya sebagai musuh Jokowi, karena itulah yang membuatnya tetap bertahan. Coba saja dia sekali-sekali memuji Jokowi atas prestasinya, pasti dia akan ditinggalkan penggemarnya..

Jadi akhirnya bisa saya simpulkan, bahwa Jonru harus mengikuti pasar. Pasar-lah yang membentuknya. Dia menulis bukan karena dia ingin menulis, tetapi karena dia harus mempertahankan klien-nya. Karena pengunjung di page adalah periuk nasinya.

Jonru bukan lagi menjadi “apa yang saya pikirkan” tetapi “apa yang bisa memuaskan pasar”. Kasian, kan ?

Tapi yah itu memang jalan yang dipilihnya dan sayapun meninggalkan dia tanpa pernah berkomentar lagi terhadap apa yang ditulisnya. “Satu saat dia akan menuai apa yang dia terima..” Begitu bisikan hatiku sambil minum kopi di warung tiga rebuan.

Lama tidak melihatnya karena teman2 saya tidak ada lagi yang menshare statusnya, akhirnya saya mendapat kabar dia muncul di tipiwan sebagai pembicara.

Dan hebohlah jagad medsos dengan kemunculannya di tipi dengan bodi gagah, suara tegas menggelegar dan janggutnya yang semakin lama semakin panjang bak perisai. Jonru bisa disamakan dengan Thor tapi versi bumi datar.

Saya jadi teringat komen seorang penggemarnya pada waktu itu. “Bang Denny itu iri karena followernya kalah banyak sama Jonru..”

Saya tersenyum saja sambil membalas dengan tenang. “Kalau ukuran kebenaran hanya dari berapa banyak followernya, kabarnya iblis punya follower banyak nanti di neraka. Jadi kamu menyamakan Jonru dengan iblis ?”

Ah, semoga Jonru tetap ada suoaya bisa menjadi hiburan buat kita semua.

Kalau orang itu dikenal sebagai visioner, Jonru bisalah kita bilang sebagai terbalikioner. Kalau visioner selalu berfikir “keluar kotak”, terbalikioner jarang berpikir karena “otaknya kotak”.

Seruput yuk, Ginting ?

http://www.dennysiregar.com.”

(LA/nas/tribunnews/AK)

Jokowi Serukan Kekerasan pada Etnis Rohingya Segera Dihentikan

Posted on

Jokowi Serukan Kekerasan pada Etnis Rohingya Segera Dihentikan.jpg
Presiden Joko Widodo memberi keterangan pers soal Rohingya di Istana Merdeka, 3 September 2017. Jokowi menyatakan perlu tindakan nyata untuk menangani krisis kemanusiaan di Rakhine State, Myanmar. Tempo/Amirullah Suhada.

LAPORANAKTUAL.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo meminta krisis kemanusiaan yang terjadi pada etnis Rohingya di Myanmar segera dihentikan. Presiden Jokowi juga menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk membantu mengatasai krisis kemanusiaan di Rakhine State.

“Kekerasan dan krisis kemanusiaan ini harus segera dihentikan,” kata Jokowi dalam keterangan persnya di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu, 3 September 2017. Dalam kesempatan itu, Jokowi didampingi Menkopolhukam Wiranto, Menteri Sekretaris Kabinet Pratikno, dan Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir.

Jokowi menyatakan dirinya dan rakyat Indonesia menyesalkan aksi kekerasan yang terjadi pada etnis Rohingya di Rakhine State, Myanmar. Menurut dia, perlu aksi nyata, bukan hanya pernyataan, ataupun kecaman-kecaman untuk mengatasi krisis yang terjadi. Dalam konteks ini, Presiden menyatakan pemerintah berkomitmen untuk terus membantu mengatasi krisis kemanusiaan, bersinergi dengan kekuatan masyarakt sipil di Indonesia, dan juga masyarakat internasional mengatasi krisis kemanusiaan di Rakhine State.

Lebih jauh, Jokowi menyatakan telah menugaskan Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi untuk menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, dan komisi penasihat khusus untuk Rakhine State Kofie Annan. Dan, Minggu sore tadi, kata Jokowi, Menlu telah berangkat ke Myanmar untuk meminta pemerintah Myanmar agar menghentikan dan mencegah kekerasan. “Dan memberikan perlindungan pada semua warga, termasuk muslim di Myanmar, dan agar memberikan akses bantuan kemanusiaan,” kata Jokowi.
Jokowi menuturkan, untuk penanganan kemanusiaan akibat konflik tersebut, pemerintah telah memberikan bantuan makanan dan obat-obatan sebanyak 10 kontainer. Bantuan ini telah dilakukan pada Januari dan Februari lalu. Pemerintah juga telah telah membangun sekolah di Rakhine State, dan akan membangun rumah sakit yang akan dimulai pada Oktober mendatang. Indonesia juga telah menampung pengungsi dan memberikan bantuan yang terbaik.

Selain itu, Jokowi juga mengungkapkan telah menugaskan Menlu untuk terbang ke Dhaka, Bangladesh, untuk menyiapkan bantuan kemanusian yang diperlukan pengungsi Rohingya yang berada di Bangladesh. “Kami harapkan pekan ini, kita akan mengirim lagi bantuan makanan dan obat-obatan,” kata Jokowi. (LA/nas/tempo/AK)