Nasional

Mahfud: Novanto Ketua DPR Terburuk Sejak Era Reformasi

Posted on Updated on

nUv7DSLPGuNovanto Ketua DPR Terburuk Sejak Era Reformasi

LAPORANAKTUAL.com, Jakarta – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyebut DPR sedang dipimpin ketua terburuk sejak era reformasi. Hal itu dilihat dari kasus hukum yang menjerat Ketua DPR Setya Novanto maupun para pimpinan DPR sebelumnya.

“Dari Harmoko, Akbar Tanjung, Agung Laksono, Marzuki Alie sampai Setya Novanto, bisa dibilang Setya Novanto terburuk,” kata Mahfud saat jumpa pers di Jalan Dempo Nomor 3, Jakarta Pusat, Kamis, 16 November 2017.

Mahfud menegaskan pimpinan DPR sebelum Novanto tak satu pun menghindari proses hukum. Salah satunya, Ketua DPR Akbar Tanjung sempat menjadi tersangka dalam kasus korupsi Bulog ketika menjabat pada awal 2000-an. Upaya KPK menjemput paksa dianggap tepat. Tindakan itu menjadi bukti ketegasan negara dalam upaya penegakan hukum di Indonesia.

“KPK tadi malam sudah melakukan upaya jemput paksa walaupun belum berhasil. Menggembirakan dari jemput paksa semalam, pertama negara ini kuat dan tegas,” ucap pakar hukum tata negara itu.

Setya Novanto menghilang tadi malam. Sejak semalam hingga dini hari, penyidik KPK mendatangi kediaman Novanto. Mereka berencana menjemput paksa Novanto. Sayangnya, Novanto tak ditemukan.

Penyidik KPK menggeledah rumah Novanto dan menyita sejumlah barang bukti. Ada sekitar tiga tas jinjing, satu koper, dan satu set alat elektronik dibawa dari kediaman Novanto. (LA/nas/metrotvnews/AK)

Lima Komitmen Front Penggerak Pancasila, Nomor 3 Menggetarkan

Posted on

Lima Komitmen Front Penggerak Pancasila.jpg

LAPORANAKTUAL.com – Sekitar 25 ribu lebih Nahdliyin mengikuti kegiatan apel kesetiaan Pancasila di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, Ahad (15/10).

Koordinator Nasional Front Penggerak Pancasila (FPP) H Abdul Muni’im DZ menyampaikan perlunya diselenggarakan kegiatan tersebut  mengingat kondisi Indonesia yang saat ini dinilai memprihatinkan.

“Kita hadir di sini bukan untuk rekreasi, bukan untuk bersenang-senang tetapi dalam rangka mengungkapkan keprihatinan kita sebagai bangsa Indonesia. Karena bangsa Indonesia, kini dalam keadaan yang memprihatinkan,” kata Wakil Sekjen PBNU itu.

Muni’im mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengembalikan tata aturan sesuai dengan ideologi Pancasila yang tercantum dalam lima komitmen kesetiaan pada Pancasila.

Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidillah Shodaqoh berharap seluruh masyarakat, khsusunya Warga Nahdliyin dapat ikut menjaga Pancasila. “Semoga kita dapat menjaga Pancasila di Bumi Indonesia yang kita cintai,” tuturnya.

Apel kesetiaan pancasila melahirkan tiga komitmen yang akan selalu dipegang teguh Nahdlyin. Berikut lima komitmen kesetiaan pada apel kesetiaan Pancasila di Tawangmangu.

  1.  Memperkokoh dan mempertahankan Pancasila yang mendasari seluruh aktivitas berbangsa dan bernegara.
  2. Mendesak seluruh elemen masyarakat menerapkan Pancasila di semua aspek kehidupan.
  3. Bersikap tegas terhadap kelompok yang ingin mengganti ideologi Pancasila.
  4. Menjaga agar Pancasila tidak disalahgunakan untuk memanilpulasi.
  5. Mengajak semua kalangan untuk menjalankan Pancasila sepenuh jiwa raga tanpa keraguan.

Demikian tiga komitmen Front Penggerak Pancasila. Yang nomor tiga menggetarkan bukan? (LA/nas/AK)

sumber : dutaislam

KPK Mengembalikan Hasil Korupsi ke Kas Negara Mencapai Rp 1,7 T

Posted on

KPK Mengembalikan Hasil Korupsi ke Kas Negara Mencapai Rp 1,7 T.jpg

LAPORANAKTUAL.com, Jakarta – Irene Putri, Pelaksana tugas (plt) Unit Pelacakan Aset Pngelolaan Barang Bukti dan Eksekusi KPK (Labuksi) menyampaikan, bahwa aset milik negara atas pidana korupsi yang berhasil dikembalikan KPK mencapai sekitar Rp 1.917 triliun.

Jumlah tersebut merupakan akumulasi sejak 2005 hingga 2017, dan didapat dari denda, uang pengganti dan rampasan. Rinciannya, denda sekitar Rp 66,3 miliar, uang pengganti sekitar Rp 908,724 miliar dan uang rampasan sekitar Rp 942,478 miliar.

“Aset recovery total sampai Juni 2017 (totalnya) Rp 1,97 triliun,” kata Irene dalam suatu diskusi di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (11/10/2017).

Irene menambahkan, asset recovery yang nilainya hampir Rp 2 triliun itu diperoleh tidak hanya dari penyitaan di dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri.

Irene mencontohkan penyitaan aset yang ada di luar negeri dan masih terkait perkara korupsi, yakni kasus pengadaan Tetra Ethyl Lead (TEL) di PT Pertamina (Persero).

“Kalau yang sudah berkekuatan hukum tetap misalnya kasus Innospec Pertamina ada uang 190 dollar AS di Singapura dirampas untuk negara,” katanya lagi.

Saat itu, meskipun sudah dilakukan kerjasama tapi penyitaan tidak langsung dapat dilakukan karena masih harus menunggu persidangan di sana selesai.

Dalam prosesnya, Irene menjelaskan, Jaksa eksekusi KPK bekerja sama dengan aparat penegak hukum Singapura melalui mekanisme mutual legal assistance (MLA).

“Prosesnya bukan proses sekejap dan menunggu persidangan di sana, tapi perintah hakim di sini menyetujui aset dikembalikan ke Indonesia,” kata Irene. (LA/nas/kompas/AK)

Polisi Periksa Unggahan Jonru Ginting soal Quraish Shihab

Posted on Updated on

laporanaktual.com-Jakarta Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya fokus pada penyidikan sejumlah unggahan di akun Facebook tersangka dugaan ujaran kebencian Jon Riah Ukur Ginting alias Jonru Ginting.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan mengatakan, unggahan yang diperiksa polisi masih seputar laporan Muannas Alaidid.

“Iya jadi (unggahan) itu soal Quraish Shihab, pahlawan-pahlawan dan soal etnishina,” ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Jumat (6/10).

Berdasarkan penelusuran CNNIndonesia.com di akun Fanpage Jonru Ginting, yang bersangkutan beberapa kali mengunggah tulisan yang menyinggung Quraish Shihab. Salah satunya berkaitan dengan ajakan Jonru kepada umat muslim untuk tidak salat Ied di Istiqlal lantaran Quraish menjadi khatib saat itu.

Pada 24 Juni lalu, Jonru menyertakan sebuah link artikel dari media online. Dia mengunggah gambar Quraish dengan keterangan “Salat Idul Fitri tahun ini mari lupakan Istiqlal. Masih banyak masjid lain. Carilah masjid yang khatib salat Iednya berakidah lurus, ahlussunnah wal jamaah.”

“Masa kita harus mendengar ceramah dari orang yang tidak mewajibkan jilbab bagi muslimah, berpendapat bahwa Rasulullah tidak dijamin masuk surga dan pembela Karbala?”

Selain itu, pada 18 Agustus 2017, Jonru juga mengunggah tulisan yang berkaitan dengan penjajah Indonesia sebagai nonmuslim. “Yang menjajah Indonesia semuanya nonmuslim. Yang melawan penjajah mayoritas muslim. Kok ente bencinya sama muslim?” tulis Jonru dalam unggahannya.

Adi mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menonaktifkan akun Fanpage tersebut. Pihaknya akan menjadikan unggahan Jonru sebagai bukti di pengadilan.

Adi menambahkan, polisi juga telah memeriksa saksi dari staf Jonru, Anang Herdiana. Dia diperiksa terkait keseharian Jonru serta kegiatan di Akrom Foundation yang dijadikan tempat untuk aksi sosial.

“Bebeberapa saksi kami ambil keterangannya, pastinya ada keterkaitan dengan postingan dia yang ada di Fanpage Facebook,” tuturnya.

Jonru dijerat dengan pasal berlapis. Dia disangka melanggar Pasal 28 ayat 2 Juncto Pasal 45A ayat 2 UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

Jonru juga dijerat dengan Pasal 4 huruf b angka 1 jo Pasal 16 UU RI Nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis. Selain itu, Jonru juga disangka melanggar Pasal 156 KUHP tentang Penghinaan Terhadap Suatu Golongan Tertentu.

Selain itu, Jonru dapat dikenakan hukuman kumulatif karena melakukan perbuatan tersebut secara berulang. (LA/na/a22)

sumber : cnn

KPK Tangkap Penegak Hukum di Manado

Posted on Updated on

laporanaktual.com-Jakarta KPK melakukan operasi tangkap tangan di Manado, Sulawesi Utara. Oknum yang ditangkap salah satunya disebut merupakan aparat penegak hukum.

Berdasarkan informasi yang diterima detikcom, Sabtu (7/10/2017), operasi senyap dilakukan di Manado. Ada dua orang yang ditangkap dalam OTT itu.

“Hakim dan anggota DPRD,” ujar sumber tersebut kepada detikcom.

Saat ini tim dari KPK masih berada di lapangan untuk mencari sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus ini. Belum diketahui secara pasti kedua orang tersebut ditangkap dalam kaitan perkara apa.

“Pasukan masih kerja,” kata sumber yang sama.  (la/na/a22)

sumber : dtk

Ini Salah Satu Postingan Jonru yang Dipermasalahkan oleh Polisi

Posted on

Ini Postingan Jonru yang Dipermasalahkan oleh Polisi.jpg
Tersangka kasus ujaran kebencian Jonru Ginting usai menjalani pemeriksaan di Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (1/10/2017). Penyidik Krimsus Polda Metrojaya memeriksa Jonru Ginting, sebagai tersangka dalam kasus dugaan ujaran kebencian melalui media sosial.(ANTARA FOTO/RENO ESNIR)

LAPORANAKTUAL.com, Jakarta – Polisi telah menetapkan Jonru Ginting sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian. Jonru diduga menyebarkan ujaran kebencian tersebut melalui akun media sosialnya.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan mengatakan, salah satu postingan Jonru yang dipermasalahkan penyidik adalah soal Quraish Shihab.

“Iya soal Pak Quraish Shihab, para pahlawan dan yang menyinggung etnis Chinese,” ujar Adi, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (6/10/2017).

Dalam postingan tersebut, Jonru mempermasalahkan saat Quraish Shihab akan menjadi imam Shalat Idul Fitri di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Menurut Jonru, Quraish Shihab tidak pantas menjadi imam lantaran pernyataannya yang menyebut wanita muslim tidak perlu menggunakan jilbab. Kemudian Jonru mengajak umat Islam tidak shalat Idul Fitri di Masjid Istiqlal jika imamnya adalah Quraish shihab.

Jonru dijerat pasal berlapis dalam kasus ini, Kata Adi menjelaskan.

“Pasalnya ITE, penghapusan diskriminasi ras dan etnis dan penghinaan terhadap suatu golongan,” kata Adi.

Jonru Ginting dijerat Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 A ayat (2) dan atau pasal 35 Jo pasal 51 UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dan atau pasal 4 huruf (b) angka (1) jo pasal 16 UU RI Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan atau pasal 156 KUHP tentang Penghinaan Terhadap Suatu Golongan. Dia ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polda Metro Jaya sejak Sabtu (30/9/2017) terkait kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian.

Jonru dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Kamis (31/8/2017) oleh Muannas Al Aidid. Muannas menilai, unggahan Jonru di media sosial sangat berbahaya dan jika dibiarkan dapat berpotensi memecah belah bangsa Indonesia. (LA/nas/AK)

Sumber : sindo

 

BREAKING NEWS… Jadi Tersangka, Rumah Jonru Ginting Digeledah

Posted on Updated on

laporanaktual.com-Jakarta Menyusul setelah peningkatan status sebagai tersangka, rumah Jonru F Ginting digeledah polisi. Penggeledahan dilakukan untuk mencari barang bukti kmterkait kasus ITE yang dilaporkan oleh Muannas Alaidid.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono membenarkan adanya penggeledahan sebagai upaya untuk melengkapi penyidikan.

“Yang jelas penggeledahan itu kan sebagai salah satu upaya untuk melengkapi penyidikan untuk mencari barang bukti, sehingga dilakukan penggeledahan tersebut,” ujar Argo saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (29/9/2017).

Hanya saja, Argo tidak memerinci barang bukti apa saja yang disita dari rumah Jonru. “Yang pasti yang berkaitan dengan apa tindak pidananya,” imbuhnya.

Penyidik Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya meningkatkan status Jonru sebagai tersangka pada Kamis (28/9) malam tadi. Sebelumnya Jonru diperiksa sebagai saksi dalam perkara yang dilaporkan oleh Muannas pada Kamis (28/9) sore kemarin.

Argo mengatakan, peningkatan status tersangka terhadap Jonru dilakukan setelah penyidik menempuh proses gelar perkara. Dari hasil gelar dinyatakan bahwa perbuatan Jonru memenuhi unsur pidana.

Polisi belum memastikan apakah selanjutnya Jonru akan ditahan dalam perkara tersebut. Yang jelas saat ini Jonru masih menjalani pemeriksaan sebagai tersangka 1×24 jam (LA/na/a22)

Sumber : dtk

 

 

 

selama 1×24 jam.