Blunder Baru Saudi di Irak

Posted on Updated on

Blunder Baru Saudi di IrakLAPORANAKTUAL.com – Di tengah berbagai kegagalan kebijakan luar negerinya, terutama di Yaman, Arab Saudi mulai mendekati Irak. Ahmad Al Assadi, Jubir Al Hashd Al Shaabi, Jumat (18/8) dalam wawancara dengan stasiun televisi Al Mayadeen, Lebanon mengatakan, upaya Saudi mendekati Irak dilakukan agar negara itu bisa terlepas dari blokade psikologis di kawasan.

Ahmad Al Assadi menilai keputusan ini diambil Riyadh untuk mengeluarkan negara ini dari rangkaian masalah besar yang melilitnya, termasuk kekalahan fatal dalam perang di Yaman.

Mesin perang yang disertai gong intervensi dan separatisme di kawasan dilancarkan Arab Saudi melalui dukungannya terhadap kelompok teroris takfiri, selama ini menyebabkan rezim Al Saud semakin terkucil di arena internasional, dan posisinya di kawasan semakin terpuruk. Bahkan pengaruhnya di tubuh Dewan Kerja Sama Teluk Persia (P-GCC) dan Liga Arab pun semakin memudar.

Friksi internal di tubuh organisasi negara Arab ini dan rendahnya dukungan sesama negara Arab terhadap Riyadh menununjukkan salah satu faktanya. Dalam situasi demikian, Arab Saudi mau tidak mau harus memulihkan hubungannya dengan sesama negara Arab.

Hubungan dingin Riyadh dan Baghdad mengalami pemulihan belakangan ini, terutama pasca lawatan menlu Arab Saudi, Adel al-Jubair ke Baghdad. Tapi fakta di lapangan menunjukkan dimulainya babak baru intervensi Riyadh dalam urusan internal Irak.

Sebelumnya, Kedutaan Besar Arab Saudi di Baghdad terbukti mengancam kepentingan nasional Irak. Thamer Al Sabhan, Dubes Saudi di Baghdad diusir dari Irak karena mengintervensi urusan dalam negeri Irak.

Dubes Saudi di Baghdad itu beberapa kali menuduh pasukan sukarelawan rakyat Irak melakukan langkah sepihak. Di sisi lain, sejumlah sumber Irak menemukan bukti-bukti keterkaitan Thamer Al Sabhan dengan kelompok teroris Daesh di Irak.

Tampaknya, Riyadh tahu benar kebijakannya selama ini di kawasan, terutama di Irak membentur dinding. Arab Saudi mengambil langkah baru dengan mendekati Baghdad demi menebus kegagalan tersebut pasca pembebasan sebagian besar wilayah Irak dari cengkeraman Daesh.

Kini, Riyadh sedang mencari celah baru di Irak. Interaksi mencurigakan pejabat Arab Saudi dengan petinggi Kurdistan Irak, dan persiapan pembukaan konsulat jenderal Arab Saudi di berbagai wilayah Irak, termasuk Najaf mengindikasikan dimulainya babak baru intervensi Riyadh di Irak.

Manuver politik baru Arab Saudi ini pada tahap awal bertujuan untuk menyiapkan sarana yang kondusif bagi pembubaran Al Hashd Al Shaabi yang selama ini berperan besar dalam penumpasan kelompok teroris dukungan Riyadh yang beroperasi di Irak. Realitasnya, instabilitas terbaru di Irak, terutama gelombang demonstrasi baru anti pemerintah Baghdad selama beberapa tahun terakhir, terutama pasca peningkatan manuver diplomatik Arab Saudi di Irak, dan naiknya isu pemisahan diri Kurdistan Irak dari pemerintah Baghdad terjadi tidak lama setelah peresmian sejumlah konsulat Arab Saudi di berbagai wilayah Irak. Oleh karena itu, sebagian politisi Irak menyerukan peningkatan kewaspadaan seluruh elemen bangsa Irak, baik pemerintah maupun rakyat negara Arab itu. (LA/int/AK)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s