Manfaat dan Bahaya Konservatisme Agama

Posted on Updated on

LAPORANAKTUAL.com – Konservatisme agama, dalam hal ini Islam, hari-hari ini menjadi sumber optimisme sekaligus kecemasan. Maraknya pengajian di perkantoran, penggunaan busana muslim, bertambahnya jamaah haji dan umroh dipercaya sebagai bukti meningkatnya ibadah masyarakat. Ibadah, ritual menyembah Sang Pencipta, diyakini merupakan sumber kebajikan: menumbuhkan kesabaran, kepekaan sosial dan keinginan untuk berbuat baik kepada sesama.

Di sisi lain konservatisme itu telah menjadi sumber kecemasan: ia dipercaya merupakan pintu menuju intoleransi dan radikalisme. Berawal dari pengajian rutin di sekolah, sejumlah siswa SMA yang menjadi responden penelitian Kementerian Agama dan Wahid Foundation diketahui mendukung konsep negara kalifah. Sebagian lain memahami jihad sebagai aksi angkat senjata melawan orang kafir. Lebih dari separuh responden menyatakan siap berperang di kawasan konflik seperti Palestina dan Suriah.

Tak ada yang salah dengan menjadi orang soleh, tapi jika “kesolehan” itu mengantarkan orang itu menjadi pembenci dan pelanggar hukum, ia tentu harus ditindak melalui penegakkan hukum. Konservatisme tak boleh sampai mengancam umat lain dan membahayakan demokrasi kita. (LA/nas/AK)

Sumber: Majalah Tempo Edisi 19-25 Juni 2017

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s