Fahd: Semua Anggota Komisi VIII DPR Terima Uang Korupsi Al Quran

Posted on Updated on

Semua Anggota Komisi VIII DPR Terima Uang Korupsi Al Quran
Fahd El Fouz menjadi terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (3/8/2017). Fahd didakwa korupsi dalam pengadaan Al Quran di Kementerian Agama.(KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN)

JAKARTA, LAPORANAKTUAL.com – Terdakwa dalam kasus korupsi pengadaan Al Quran, Fahd El Fouz, menuntut agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan pihak lain yang terlibat dalam kasus yang menjeratnya.

Fahd kembali menyebut keterlibatan anggota Komisi VIII DPR pada periode 2011-2012.

“Anggota komisi VIII semuanya terima. Sudah disampaikan oleh Pak Zulkarnaen Djabar dalam kesaksian waktu itu. Semua yang terlibat harus diungkap, agar kasusnya tidak politis,” ujar Fahd di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (3/8/2017).

Fahd mengatakan, tidak mungkin ia dapat mengendalikan proyek pengadaan Al Quran apabila tidak dibekingi oleh anggota DPR.

Menurut Fahd, hal itu sudah diperkuat dengan keterangan mantan anggota Badan Anggaran DPR, Zulkarnaen Djabar.

Menurut Fahd, dalam pembahasan anggaran di Komisi VIII DPR dan Badan Anggaran DPR, telah ditentukan jatah atau bobot yang akan diterima oleh masing-masing anggota DPR.

Penyerahan uang dilakukan melalui tiap-tiap ketua kelompok fraksi (Kapoksi).

“Bahwa ada yang mengatakan itu proyek Golkar, itu salah. Itu proyek bersama-sama semua partai dan semua partai terima uang itu,” kata Fahd.

Sebelumnya, kepada wartawan saat diperiksa KPK, Fahd menyebut semua anggota Komisi VIII DPR terlibat dalam kasus yang menjeratnya.

Meski demikian, Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) itu tidak mau merinci nama-nama yang disebutnya terlibat.

Menurut dia, hal itu hanya disampaikan kepada penyidik KPK dalam pemeriksaan.

Dalam kasus ini, Fahd didakwa bersama-sama dengan anggota Badan Anggaran DPR saat itu, Zulkarnaen Djabar dan anaknya, Dendy Prasetia Zulkarnaen Putra.

Zulkarnaen sudah divonis 15 tahun penjara dan denda Rp 300 juta. Sementara anaknya divonis 8 tahun penjara dan denda Rp 300 juta.

Ketiganya menerima suap sebesar Rp 14,3 miliar karena telah menjadikan PT Batu Karya Mas sebagai pemenang dalam pekerjaan pengadaan laboratorium komputer.

Kemudian, menjadikan PT Adhi Aksara Abadi Indonesia sebagai pemenang dalam pekerjaan pengadaan kitab sucil Al Quran tahun 2011.

Selain itu, memenangkan PT Sinergi Pustaka Indonesia sebagai pemenang dalam pekerjaan pengadaan Al Quran tahun 2012. (LA/int/kompas/AK)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s