Geopolitik Timur Tengah antara Iran-Qatar dan Saudi

Posted on Updated on

Minyak.jpgKamis, 20 juli 2017

Fokustoday.com. Ribut-ribut urusan Saudi dan Qatar, maka marilah kita lihat konstalasi Saudi dan Qatar utamanya hubungannya dengan Minyak dan Uang. Kalau minyak bumi cadangan Saudi itu No1 didunia, maka gas alam cadangan Qatar adalah No1 (apalagi trend dunia pakai LNG karena bersih). Dalam urusan kekayaan (fulus), maka Qatar lebih liquid dari Saudi, karenanya Qatar tidak mau didekte oleh kebijakan GCC (Gulf Community Countries) yang dipimpin Saudi dan AS. Qatar sekarang berteman dengan Iran. GCC pimpinan Saudi (dalam kendali AS) mesra dengan Israel sedangkan Qatar sangat baik berhubungan dengan Iran & membantu perjuangan Hamas yang di cap oleh Israel dan AS sebagai terroris. Turki mendukung kebijakan Qatar. Iran juga berhubungan cukup baik sekarang dengan Turki.

Urusan dengan Minyak maka lapangan gas Qatar sebagian masuk ke wilayah Iran. Masa depannya pipa gas dari sebagian lapangan gas Iran bersama Qatar akan masuk ke Eropah melalui Iran ke Turki, tidak jadi melalui Suriah (disinilah pertempuran wilayah-wilayah tertentu di Suria kemarin dipertahankan oleh Barat/AS). Tidak ada ribut-ribu soal politik apalagi jihad agama? Hanya provokasi di Indonesia yang katanya di suria ladang jihad dan sahid (adalah kebodohan). Semuanya sebenarnya urusan soal fulus. Kalau untung bersama maka akan jadi sahabat. Iran yang cukup konsisten sedikit berbeda dengan Qatar tetapi bersama bermusuhan dengan Israel.
Sekarang setelah pemutusan hubungan diplomatik, Saudi memotong suply makanan ke Qatar, memang supply makanan ke Qatar saat ini banyak melalui Saudi, tetapi Iran menyatakan siap mensupply makanan ke Qatar kalau jalur itu benar-benar tertutup.

GCC sekarang sedang ‘mengeroyok’ Qatar, sehingga Qatar terpaksa/bisa/harus meminta proteksi dari Iran (plus Rusia mungkin). Amerika dalam keadaan cukup sulit karena pangkalan AU terbesarnya berada di Qatar.
Qatar negara yg paling bebas berpolitik di timteng tidak bisa didekte oleh Saudi karena Qatar tidak kalah kayanya dari Saudi walaupun negaranya kecil (Qatar Jumlah penduduknya 2.5 Juta, Saudi 30 juta, sememtara kekayaan Qatar 1/3 Saudi, bisa dibayangkan). GDP per capita tertinggi di dunia adalah Monaco ($167,000). Lalu Luxemburg ($147,000) terus QATAR ($129,000). Dan salary expatriate Qatar diatas Saudi.

Quo vadis Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar, 10% penduduk Saudi berasal dari Indonesia? Maka sebaiknya Indonesia netral saja. Indonesia sebagai importir Minyak dari Saudi & LNG dari Qatar siap-siap harga minyak & LNG naik dan beli lebih banyak dari Iran musuhnya Saudi (mungkin inilah mengapa Indonesia melirik Iran saat ini). Walaupun sayangnya banyak kelompok Islam di Indonesia yang sumir melihat kenyataan itu karena mereka berfikir ‘agama’, jihad disuria dst, yang tidak jelas dan mereka juga sebagian pro Saudi juga Qatar yang condong ke Ikhwan-Muslimin.

Konflik Saudi dan Qatar salah satu akibat dari kekalahan Daesh/ISIS, Al Qaeda, jabha Nusra di Suriah dan mimpi pipa gas melalui Suriah untuk ke Eropah sudah hilang. Konflik ini berujung pada kejadian hari-hari ini di Iran (Daesh/ISIS dapat gawe di Tehran dan Shrine Ayatolah Komeini, dengan Bom Bunuh diri). Konflik hebat ini sebenarnya pilihan sulit buat pilihan Qatar, sebab untuk bercerai dengan Iran Qatar berfikir dua kali, sebab 0.30 lapangan gas Qatar ada diwilayah Iran, kalau cerai ini bisa merusak banyak hal. Kalau bercerai dari Iran maka Iran bisa saja sedot tanpa terkendali gas yg ada dilapangan terbesar didunia itu. Berteman artinya saling setuju jumlah produksi. Kalau dulu dominasi kapal tanker Saudi melalui teluk Persia, sekarang didominasi oleh kapal tanker gas alam yg super besar dari Qatar & Iran.
Yang warna merah adalah lapangan gas alam terbesar didunia Qatar plus Iran 1850tcft (Masela 25tcft). Yang warna hijau adalah lapangan minyak Ghawar milik Saudi. Ironisnya semua lapangan minyak Saudi berada di wilayahnya yg mayoritas muslim Shiah (kemungkinan di Qatif dan Ahsa’) (lihat gambar).
Mengapa DAES/ISIS bebas kemana-mana? Siapa sponsornya? Bahkan saat ISIS/Jat Nusra/Al Qaeda radikalis/teroris/oposan di Syuria mau dihabisi, AS tidak mau bahkan melakukan pengeboman, supaya mereka bisa meloloskan diri. Jangan-jangan benar bahwa kulit putih dan berhidung mancung adalah semua dalangnya (AS dan Israel).

Sumber : .Twit Ronnie Rusli‏ dan diolah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s